MEDIASEPAKBOLA.co
Don't miss

Andi Supriyanto: Kami hanya Penonton Umum

b6 manahan

SOLO, MEDIASEPAKBOLA.co – Fenomena penonton umum yang datang ke stadion tanpa beratribut supporter sudah merupakan hal umum di dalam pertandingan sepakbola. Mereka para penikmat sepakbola bisa saja memang tidak mau terikat masuk dalam fans club resmi dan datang ke stadion dengan pakaian kerja atau pakaian casual sepulang dari kantor maupun kuliah.

Casual

Merupakan subbagian dari budaya asosiasi sepak bola yang ditandai oleh hooliganisme sepak bola dan mengenakan pakaian desainer mahal Eropa. Subkultur berasal di Inggris pada akhir 1970-an ketika banyak hooligan mulai memakai label desainer dan olahraga mahal untuk menghindari perhatian polisi. Mereka tidak memakai warna klub, sehingga lebih mudah untuk menyusup kelompok saingan dan untuk masuk ke pub.

Sejarah Casual

Era kasual dimulai pada akhir 1970-an setelah fans Liverpool FC dan Everton FC  mulai memamerkan gaya mode Eropa yang mereka peroleh saat mengikuti tim mereka di pertandingan Eropa. Fans datang ke Inggris dengan desainer olahraga mahal dari Italia dan Perancis, yang sebagian besar mereka jarah dari toko. Para fans datang dengan merek pakaian unik yang tidak pernah terlihat di negara ini sebelumnya. Kemudian penggemar lainnya kaget terhadap barang-barang pakaian langka, seperti pakaian Lacoste atau Sergio Tacchini, bahkan Adidas. Pada saat itu, pasukan polisi masih banyak mengawasi supporter skinhead yang mengenakan sepatu Dr Martens, dan tidak memperhatikan fans dengan desainer pakaian mahal.

Kini supporter di Indonesia pun mulai marak mengadopsi budaya yang lahir di Inggris tersebut. Kehadiran supporter bergaya Casuals di beberapa di klub Indonesia mulai mewabah, diantaranya Tiger Boys untuk Persija, Flower City Casuals (FCC) untuk Persib, MVMNT untuk Arema, Semarang “Atlas City Casuals”, dan Solo dengan “B6 atau Surakarta Fans.

Gaya Supporter Casuals di Solo

Salah satu penonton umum dengan gaya non atribut supporter di Tribun B6 Stadion Manahan Solo, Andi Supriyanto mengungkapkan kepada mediasepakbola.co, bahwa mereka beda dengan kelompok supporter casuals di Eropa dan berbagai kota di Indonesia.

“Saya dan teman-teman masih menghormati Pasoepati sebagai satu-satunya kelompok supporter resmi di Kota Solo”, ujar Andi Supriyanto.

Dijelaskannya bahwa sebutan kelompok supporter casuals untuk rekan-rekan fans persis di Gate B.6 oleh banyak kalangan sebenarnya kurang tepat karena mereka penikmat sepakbola di B.6 tidak bernaung dalam satu organisasi resmi.

“Kami lebih suka disebut “Surakarta Fans” bukan “Casuals”, karena teman-teman datang ke stadion itu memang banyak yang dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, kelas pekerja sampai dengan esmud yang datang ke stadion dengan kemeja dan sepatu pantofel-nya, karena tidak sempat berganti kaos dan datang untuk menikmati pertandingan”, jelas Andi Supriyanto.

“Kami datang ke Stadion hanya untuk mendukung Persis Solo dan bukan karena untuk membanggakan komunitas kami, karena kami hanya pencinta klub bukan komunitas “, tandas Andi.

“Satu lagi kami ini hadir hanya untuk sepakbola dan klub Persis Solo, bukan untuk niatan lain diluar sepakbola, seperti kegiatan politisasi massa hingga dukung-mendukung tokoh tertentu diluar sepakbola, karena kami ini murni independen tidak didukung tokoh politik apapun dibelakangnya”

Bahkan kini hadir kesepakatan yang disetujui oleh para penonton di tribun B6 yaitu:
1. Beli tiket di loket
2. No flare no smoke
3. Dilarang melempar benda apapun ke dalam lapangan
4. Dilarang membawa senjata berbentuk apapun dan dengan alasan apapun
5. Dilarang berkelahi di area tribun B6 dengan siapapun dan dengan alasan apapun
6. No provocation just support and terror
7. Dilarang arogan dan bertingkah berlebihan
8. Datang dan pulang dengan tertib tanpa membuat ulah

Hadirnya kelompok berpaham casuals di Solo tentunya semakin membuat beragam warna akan timbul, sehingga tentunya hal ini harus menjadi cambuk bagi kelompok supporter resmi Pasoepati untuk saling menghormati dengan supporter umum dan meningkatkan kualitas organisasi DPP Pasoepati untuk lebih transparan, fair, independen dan berkualitas agar penonton umum mulai tertarik bergabung ke dalam kelompok supporter resmi.
(Red)

SebarkanShare on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Komentar Anda

comments