MEDIASEPAKBOLA.co

Suporter sepakbola kita, adalah suporter myopia. Rabun dekat.

suporter rabun

Tidak mau atau tidak mampu melihat gambar besar dari keberadaan dirinya di tengah konstelasi persepakbolaan negeri kita.

Apalagi melihat dalam konteks yang mendunia. Asal klubnya menang dan juara, cukup sudah bagi mereka. Ditambah lagi bila dibungkus dengan superioritas semu, juga primordialisme sempit, yaitu rasa kebanggaan yang fanatik terhadap kotanya dibanding klub dan suporter kota lainnya.

Akibatnya kita mudah abai dan terlena terhadap ekosistem yang melingkupi dunia sepakbola kita yang korup. Kita ibarat kodok yang ditaruh di air dingin dalam panci yang dididihkan perlahan. Kita akan diam saja di situ hingga akhirnya mati sebagai kodok rebusan.

Campur tangan Menpora yang membuahkan sanksi dari FIFA moga ibarat keadaan di mana seekor kodok yang seketika akan meloncat menyelamatkan diri begitu dirinya dicemplungkan ke panci yang berisi air panas yang mendidih.

Sanksi FIFA, yang bertepatan dengan terkuaknya skandal korupsi dalam tubuhnya, bagi saya adalah awal untuk membersihkan unsur-unsur koruptif dalam dunia sepakbola Indonesia. Selayaknya suporter Indonesia, terutama Pasoepati, mau sedikit berkorban dan kemudian ikut menjadi solusi atas semua problem kronis itu.

It’s easy to be a nice guy.
Follow me, follow Pasoepati.

Orang baik-baik harus ikut memerangi korupsi, bukan ?

(Bambang Haryanto)

SebarkanShare on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Komentar Anda

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *