MEDIASEPAKBOLA.co

Sertifikasi Perssoci Menyebar Seluruh Indonesia

Hari ke 1

JAKARTA, MEDIASEPAKBOLA.co – Lebih dari 80 peserta dan observer mengikuti Sertifikasi Street Soccer Indonesia yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 11-13 Mei. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami merasa kaget dan bersyukur. Street soccer yang masih asing di negeri ini, faktanya banyak diminati. Tentu saja kami menganggapnya sebagai tantangan sekaligus tambahkan motivasi,” ujar Sigit Nugroho, Ketua Umum Perssoci atau Persatuan Street Soccer Indonesia.

“Saya senang sekali, ternyata komunitas street soccer benar-benar ada dan mereka sangat antusias. Pengurus Perssoci telah beraudiensi dan saya pun sudah melaporkan ke ketua, Pak Hayono Isman. Prinsipnya kami mendukung penuh dan siap membantu. Ada anggaran untuk street soccer, seperti cabang lain di bawah FORMI. Segera persiapkan tim untuk turun di Fornas di Bali, Oktober nanti,” kata Purbaningrum, Kabid Organsisasi FORMI (Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia) yang berada di bawah Kemenpora.

Dalam sertifikasi itu, Fabio Oliveira mengupas sejarah street soccer, Sigit mengurai prestasi internasional dan aspek bisnisnya, sedangkan Jaelani Saputra dan Yayat Supriatna membawakan materi Rule of The Game. Kegiatan diakhiri dengan praktek langsung di lapangan.

Sehari pasca-kegiatan, peserta dari Lampung dan NTT meminta Perssoci menggelar sertifikasi serupa di daerahnya. Begitu pula dari Bandung, yang bahkan diprakarsai langsung oleh sponsor.

Penyebaran street soccer pun telah sampai ke Tanah Papua. “Kami dari Papua Barat siap mengirim tim di event yang digelar Perssoci,” sebut Muhammad Ilyas, satu dari tiga wakil Papua Barat di GBK.

Street soccer akan dimainkan dalam Fornas (Festival Olahraga Nasional), semacam kejurnas di Bali. Pada tahun 2016 Indonesia menjadi tuan rumah TAFISA (The Associaton for International Sport for All), semacam kejuaraan dunia di Bali.

“Perssoci akan memanfaatkan event yang diikuti 110 negara tersebut dengan menggelar kongres guna membentuk badan atau federasi street soccer dunia seperti halnya FIFA di cabang sepakbola konvensional,” lanjut Sigit. (*)

SebarkanShare on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Komentar Anda

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *