MEDIASEPAKBOLA.co

Kursi Panas Marketing Arema

arema cronus indonesia

Jelang musim baru bergulir, manajemen Arema melakukan penyegaran internal dengan merombak susunan manajemennya. Susunan organisasi manajemen klub bertambah satu dengan hadirnya divisi International Affair yang diresmikan pada 2 Maret 2015 lalu.

Sejalan dengan mekarnya organisasi manajemen Arema, diikuti pula oleh personel baru didalamnya. Manajer Divisi International Affair diisi oleh Fuad Ardiansyah, yang tersingkir dari posisi lamanya sebagai manajer Bisnis dan Marketing Arema. Sedangkan posisi lamanya diisi oleh Muhammad Yusrinal Fitriandi yang memiliki latar belakang di bidang wiraswasta dan advertising.

M. Yusrinal ditunjuk sebagai Manager Bisnis dan Marketing karena manajemen Arema memandang ia mampu mengemban amanat untuk memenuhi target yang dicanangkan klub. Arema juga memandang Yusrinal memiliki rekam jejak bagus berupa koneksi dengan beberapa perusahaan skala nasional.

“Sejauh ini pemilihan Arema atas dirinya karena dirinya selama ini dikenal mampu mendatangkan sponsor kakap saat membuat event. Nah kita ingin keberhasilannya ini menular kepada Arema”, kata CEO Arema, Iwan Budianto pada hari Senin, 2 Maret 2015 lalu.

Setelah resmi meraih posisi penting dalam manajemen klub, M. Yusrinal berjanji memberi loyalitas tinggi kepada tim Singo Edan. Ia berambisi meningkatkan omzet klub.

“Saya ingin mengangkat Arema satu level dari sebelumnya,” papar Yusrinal kepada malangtimes.com.

Yusrinal mengaku, ia telah menyusun konsep terkait program kerja di bawah komandonya. Hanya saja ia enggan membeberkan secara rinci. “Yang jelas, divisi bisnis konsepnya apa yang didapat dan benefit bisa dirasakan oleh klub maupun Aremania,”tambahnya kepada malangtimes.com.

Sejalan dengan resminya Yusrinal mengkomandoi divisi bisnis dan marketing klub, ia akan dihadapkan sederet tantangan dan tugas berat yang menghadang. Salah satu persoalan serius adalah meningkatkan pendapatan klub dari berbagai sektor bisnis dan marketing.

“Kalau misal sekarang dari iklan dapat 100 juta ya yang baru ini paling tidak bisa dapat 200 juta. Kalau sponsor dulu bisa sampai 2 miliar ya selanjutnya harus bisa 3 miliar,” kata Iwan Budianto kepada ongisnade.net perihal target yang dibebankan kepada pria yang akrab disapa Inal tersebut.

Hingga bulan Januari 2015 lalu, Arema telah mendapatkan sponsor sebesar Rp 8,1 miliar dalam bentuk uang dan peralatan pendukung. Ditambah dari target pendapatan tiket sebesar Rp 15 miliar di musim depan, manajemen tim Singo Edan perlu bekerja hebat untuk menyeimbangkan neraca anggaran belanjanya yang dipatok lebih dari Rp 40 miliar rupiah di musim depan.

Bila tak bertindak demikian bukan tak mustahil Arema didera problem finansial kembali. Musim lalu saja Arema terindikasi masih menyisakan hutang kepada pemain dalam bentuk pembayaran gaji dan DP pemain hingga 7 bulan lamanya. Hal ini diamini pula oleh eks pemain Arema, Munhar yang berkicau lewat akun twitternya.

Hingga saat ini manajemen Arema sendiri masih membuka peluang kerjasama dengan calon sponsor yang ingin bermitra dengan klub yang berdiri pada 11 Agustus 1987 tersebut.(oke suko raharjo)

SebarkanShare on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Komentar Anda

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *