MEDIASEPAKBOLA.co

Cristian Gonzales, Andai Ia Tiba Lebih Awal

cristian gonzales

Bicara tentang Cristian ‘El Loco’ Gonzales, tak ada lagi yang menyangsikan kehebatan pemain kelahiran 30 Agustus 1975 tersebut. Selama ini El Loco dikenal sebagai penyerang yang paling mematikan sepanjang sejarah kompetisi sepakbola Indonesia.

Ia memiliki kemampuan finishing touch, penempatan posisi, visi permainan, dan heading yang sangat baik. Meski tahun ini usianya menginjak kepala empat, ia memiliki fisik yang prima. Ayah dari Amanda Gonzales tersebut masih mampu bermain marathon selama 2×45 menit.

Karirnya selama 12 musim di belantika sepakbola nasional terbilang mengkilap. Berbagai prestasi individu dan tim ia raih selama membela beberapa klub nasional.

Datang pertama kali dari Uruguay untuk membela PSM Makassar di Liga Indonesia 2003, pemain asal Montevideo langsung nyetel dengan iklim kompetisi sepakbola Indonesia yang cenderung keras. Bertandem dengan Oscar Aravena, ia berhasil mengantar tim Juku Eja menjadi runner up di kompetisi Divisi Utama.

Cristian Gonzales memiliki peran penting dalam perjalanan PSM kala itu. Ia mencetak 27 dari 68 gol yang dibukukan oleh seluruh skuad Pasukan Ramang tersebut. Selama dua musim bermain bersama klub asal Makassar tersebut, Gonzales mencetak 33 gol dari 56 pertandingan.

Selesai kontrak dengan PSM, ia ditarik Iwan Budianto (manajer Persik kala itu) untuk memperkuat klub asal Kediri. Disana ia mencetak 124 gol dari 127 kali kesempatan bermain di level kompetisi dan Copa Indonesia. Berbagai penghargaan ia raih, selain mengantar Tim Macan Putih sebagai kampiun Divisi Utama 2006, ia berhasil mencetak hat trick top skor Divisi Utama Liga Indonesia 2005, 2006 dan 2007-08.

Hijrah dari Persik setelah membela klub yang bermarkas di Stadion Brawijaya tak membuat karirnya mandeg. Sempat mengalami masa suram dimasa awal kepindahannya ke Persib (Putaran II Indonesia Super League 2008-09), kemilau sinarnya kembali memancar.

Ia berhasil meraih predikat top skor Indonesia Super League edisi pertama (2008-09) dengan mencetak 28 gol dari 31 pertandingan. Gonzales hampir mengulangi prestasinya setahun kemudian andai ia tak kalah selisih gol dari Aldo Barreto (PKT Bontang) yang meraih gelar dengan 19 gol. Meski demikian pria mualaf yang memiliki nama Islami Mustafa Habibi tersebut sukses menempati posisi pencetak gol terbanyak di kancah Piala Indonesia 2010.

Sejak bermain di lingkungan sepakbola Indonesia, Gonzales dikenal sebagai bomber yang haus gol. Keran golnya tak pernah berhenti meski ia berpindah-pindah klub. Selain PSM, Persik dan Persib, El Loco juga berkiprah bersama Persisam Samarinda (2011-12), dan Arema (2003-sekarang). Di kedua klub tersebut, Gonzales memiliki kontribusi penting sebagai salah satu pencetak gol terbanyak di klubnya.

Total selama berkiprah di sepakbola Indonesia (2003 – sekarang), El Loco berhasil 225 gol dari 321 pertandingan di level kompetisi (Divisi Utama dan Indonesia Super League). Ditambah kiprah di Copa Indonesia (41 gol dari 34 pertandingan), maka suami dari Eva Siregar itu telah menghasilkan 266 dari 355 pertandingan (rasio 0,75gol/pertandingan).

Memang tak salah jika tim Singo Edan masih mengontrak El Loco. Sampai dengan saat ini, mantan pemain Deportivo Madolnado tersebut merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah bergulirnya Liga Indonesia. Meski Singo Edan diperkuat pula oleh penyerang hebat sekaliber Beto Goncalves, Keith Kayamba Gumbs, dan Samsul Arif, sepak terjang pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu tak terpinggirkan begitu saja.

Meski tak lagi berusia muda (30 Agustus mendatang Gonzales akan berusia 40 tahun), pemain yang saat ini memperkuat Arema, diprediksi masih mampu bersaing dengan berbagai penyerang tenar di Indonesia Super League 2015 mendatang.

Sinyal kegarangan El Loco ditunjukkan pada sesi pramusim bersama Singo Edan. Setelah mengantar Arema meraih ‘juara bersama’ pada Trofeo Persija 2015, Cristian Gonzales, dkk berhasil menembus laga final SCM Cup 2015. Gol salto indahnya ke gawang Persebaya bak happy ending pada laga derby klasik yang digelar di tempat netral (Gelora Sriwijaya, 25 Januari 2015).

Hingga babak semifinal tersebut El Loco telah membukukan 3 gol, dan duduk di posisi kedua top skor turnamen yang diselenggarakan PSSI bersama Surya Cipta Media (SCM) tersebut.

Dengan ragam prestasi yang Cristian Gonzales buat, tak salah jika ia menjadi salah satu striker favorit dan buruan klub papan atas di Indonesia. Saya pun tak ragu memasukkan namanya untuk mengisi slot starting line favorit sepanjang sejarah Liga Indonesia.

Sempat hadir dalam angan-angan saya andaikata Cristian Gonzales bisa datang lebih awal memperkuat Arema di masa silam. Tanpa mengecilkan arti peran para eks penyerang Arema yang telah hadir lebih awal, barangkali El Loco akan menjadi salah satu pemeran penting dalam sejarah Arema.

Kehadirannya akan mengisi puzzle yang telah lama hilang Sudah lama Aremania tak melihat lagi bomber haus gol setajam Singgih Pitono. Harapan itu sempat muncul dalam diri beberapa penyerang Arema seperti Emalue Serge dan Rodriguez ‘Pacho’ Rubio.

Sayang kiprah mereka terhenti sejak dini karena persoalan nonteknis. Bahkan kegemilangan Emalue Serge pupus di usia muda pasca menerima tackling brutal dari pemain bertahan Persipura, Bio Paulin Pierre di kejuaraan Jusuf Cup 2007.

Cristian Gonzales masih memiliki kesempatan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub Arema. Tentu jika ia mampu menumbangkan rekor gol Singgih Pitono yang telah menorehkan lebih dari 55 gol dari level Galatama dan Divisi Utama Liga Indonesia saja.

Toh sampai dengan saat ini, ia tinggal sedikit lagi melampui torehan Emaleu Serge sebagai pemain ‘non lokal’ yang mencetak gol terbanyak dalam sejarah berdirinya Singo Edan (Emalue Serge telah mencetak 42 gol dari kompetisi Liga Indonesia dan Copa Indonesia, sedangkan Cristian Gonzales baru mencetak 33 gol dan sama dengan eks striker Arema, Noh Alam Shah).

Profil Cristian Gonzales :
Nama Lengkap : Cristian Gerard Alfaro Gonzales
Tempat, Tanggal Lahir : Montevideo, 30 Agustus 1975
Posisi : Striker
Nomor Punggung : 10 (Arema), 9 (Timnas Indonesia)
Karir di Kompetisi/Liga Indonesia :
Liga Indonesia 2003 = PSM Makassar (Liga : 34 pertandingan, 27 gol)
Liga Indonesia 2004 = PSM Makassar (Liga : 22 pertandingan, 5 gol)
Liga Indonesia 2005 = Persik (Liga : 30 pertandingan, 25 gol; Copa Indonesia : 8 pertandingan, 10 gol)
Liga Indonesia 2006 = Persik (Liga : 28 pertandingan, 29 gol; Copa Indonesia : 8 pertandingan, 8 gol)
Liga Indonesia 2007-08 = Persik (Liga : 33 pertandingan, 32 gol; Copa Indonesia : 4 pertandingan, 5 gol)
ISL 2008-09 = Persik/Persib (Liga : 31 pertandingan, 28 gol; Copa Indonesia : 6 pertandingan, 8 gol)
ISL 2009-10 = Persib (Liga : 31 pertandingan, 18 gol; Piala Indonesia : 8 pertandingan, 10 gol)
ISL 2010-11 = Persib (Liga  : 25 pertandingan, 9 gol)
ISL 2011-12 = Persisam (Liga : 32 pertandingan, 18 gol)
ISL 2013 = Arema (Liga : 30 pertandingan, 18 gol)
ISL 2014 = Arema (Liga : 25 pertandingan, 15 gol)

Caps bersama Timnas Indonesia : 19 (11 gol)

Prestasi :
Juara Liga Indonesia 2006 (Persik Kediri)
Runner Up Liga Indonesia 2003, 2004 (PSM)
Runner Up Indonesia Super League 2013 (Arema)
Semifinalis Indonesia Super League 2014 (Arema)
Juara Piala Gubernur Jawa Timur 2005, 2006, 2008 (Persik) dan 2013 (Arema)
Juara Menpora Cup 2013 (Arema)
Juara Trofeo Persija 2013, 2014 (Arema)
Top Skor : Liga Indonesia 2005, 2006, 2007/08 (Persik), ISL 2008/09 (Persik/Persib), Piala Indonesia 2010 (Persib) .

(Oke Suko Raharjo)

SebarkanShare on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Komentar Anda

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *