MEDIASEPAKBOLA.co
Don't miss

Panduan Bagi CEO Dalam Membangun Pondasi Klub

football industry

Banyak klub di Liga yang mengaku Super di Indonesia ternyata selama ini masih dikelola dengan manajemen pondasi yang keropos dan amburadul.

PT atau Yayasan klub yang membawahi klub tersebut ternyata tidak diurus dengan manajemen profesional ala sepakbola industri.

Klub-klub yang tak memiliki aset dan modal yang jelas, bahkan secara aneh bisa lolos verifikasi klub peserta kompetisi teratas di Indonesia.

Membangun ekonomi klub

Untuk membangun sebuah tim yg baik dibutuhkan pondasi ekonomi yg kuat, jika semenjak awal kita mengabaikan masalah ini, pastinya dikemudaian hari akan dililit masalah keuangan yang mengakibatkan terhambatnya pencapaian kita dalam membangun sebuah tim.

Kondisi kesehatan keuangan klub yang sehat sangat dibutuhkan untuk mengupgrade stadium, membeli pemain dan membayar gaji pemain, pelatih serta staff.
Dukungan permodalan, aset dan arus kas yang lancar sangat dibutuhkan bagi klub-klub yang berkompetisi di tataran profesional.

Berikut ini beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membangun ekonomi dan meningkatkan pendapatan klub :

1. Pembuatan strategi bisnis 

Seorang CEO klub harus mampu menata pondasi keuangan klub mulai dari modal, target pemasukan hingga budget anggaran yang efisien. Strategi bisnis klub harus dilengkapi action plan pencapaian target yang jelas dan realistis. Sebagai seorang leader di klub dia harus mampu memantau tahapan pencapaian target setiap unit bisnis dan operasional klub agar tak menyimpang dari strategi jangka panjangnya.

Contohnya pembelian pemain bintang haruslah berimbas positif bagi keuangan klub mulai dari peningkatan penjualan merchandise, dukungan sponsor, siaran langsung tv berbayar dan saham klub.

2. Upgrade Stadion

Bagi klub yang memiliki sendiri stadion dan jumlah penonton yang over kapasitas, dapat mempertimbangkan kemungkinan upgrade adalah kapasitas stadium serta shop dan restoran. Hal ini memang merupakan investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan dikemudian hari dan wajib dipikirkan bersama para pemegang saham pengendali.

3. Mendapatkan Sponsor yang Tepat

Pemilihan seorang CEO wajib didukung oleh database relasi sponsor yang berpeluang besar untuk ditarik mendukung klub agar dapat memaksimalkan pendapatan yang kita terima.

Prestasi dan skuad klub dan rencana jangka panjang sang CEO dalam menahkodai klub merupakan salah satu factor pendukung sponsor tertarik untuk masuk. Selain itu supporter yang banyak dan relative aman dari aksi anarkisme merupakan hal yang wajib dikendalikan agar risiko reputasi klub tetap aman.

3. Membangun tim junior yang tangguh

Selain potensi pendapatan bagi klub, para pemain muda milik klub juga dapat naik pangkat ke jenjang senior pada awal musim. Hal ini tentunya merupakan efisiensi bagi klub karena harga mereka jauh lebih murah ketimbang klub harus membajak dari competitor lain. Tentunya para talent scout wajib memilih pemain yang berbakat untuk dapat diikat kontrak secara jangka panjang.

Adakan turnamen usia dini dan turnamen local pada paruh musim atau akhir kompetisi untuk menambah pendapatan klub dari tiket, merchandise dan sponsor. Turnamen ini juga sangat penting karena selain meningkatkan kualitas dan attribut pemain.

4. Jual Beli Pemain

Cara ini mungkin jarang jadi pemasukan klub di Indonesia, padahal caranya cukup mudah yaitu dengan dengan membeli pemain muda diawal musim, lalu dilatih beberapa musim, setelah itu dijual dengan harga tinggi.

5. Mengadakan Training Camp

Training camp usia dini ini dimaksudkan untuk menambah kocek pendapatan klub dari para anak-anak muda yang memiliki dukungan dana dari orang tua yang kuat. Pemain dapat mengikuti 3 sd 5 hari Training Camp bersama beberapa pemain bintang klub dalam masa libur sekolah mereka.

6. Aset Mess dan Lapangan

Memiliki asset mess pemain dan lapangan berlatih tersendiri bagi klub, merupakan salah satu potensi pendapatan bagi klub. Karena selain mampu melakukan efisiensi budget dari sewa, lapangan juga dapat dipasang banner-banner sponsor dan tiket untuk menonton latihan resmi klub.

7. Disiplin Efisiensi anggaran biaya

Arsenal masih bisa menepuk dada karena kondisi keuangan klub tergolong sehat. Bahkan Ivan Gazidis, Kepala Eksekutif Arsenal, mengatakan strategi bisnis klub berhasil mendatangkan penerimaan yang tidak sedikit dan pada saat yang sama tidak mendapati kesulitan sama sekali untuk memenuhi peraturan keuangan baru UEFA.

“Kami berhasil mandiri dari sisi keuangan. Semua yang kami capai, itu adalah hasil jerih payah kami sendiri. Kami bisa melakukannya berkat disiplin anggaran,” kata Gazidis.

Di Indonesia kondisi tersebut berbanding 180 derajat, karena para CEO yang dipilih biasanya hanya pintar menghabiskan modal dari para pemegang saham tanpa pernah memikirkan cara bagaimana memutarnya kembali agar keuangan klub lancar dan tetap bertahan hingga beberapa musim kompetisi mendatang dengan laba korporasi yang baik. Mirisnya pada beberapa CEO klub IPL di musim pertama sudah berani melakukan mark up pemain asing untuk masuk ke kocek pribadinya, saya yakin hal ini juga terjadi di beberapa klub Divisi Utama dan ISL. Hal ini didapatkan infonya dari penuturan salah satu agen pemain asing di Indonesia.

Delapan cara meningkatkan sisi bisnis bagi pondasi ekonomi klub yang sehat telah dibahas satu persatu, kini bagaimana tinggal para pemilik klub dapat memilih CEO klub yang tepat sebagai nahkoda timnya di musim kompetisi mendatang.

Selamat berburu CEO !

(Panji Kartiko)

SebarkanShare on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Komentar Anda

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *