MEDIASEPAKBOLA.co

PLN Fokus ke Pembinaan dan Ingin Akuisisi Klub ISL

unik-bola

JAKARTA, MEDIASEPAKBOLA.co – Perusahan Listrik Negara (PLN) ingin mengikuti jejak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Pertamina yang terlebih dahulu fokus dalam pengembangan sepakbola usia dini di Indonesia sepertinya kini tidak sendirian. PLN mulai peduli dengan sepakbola.

Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta mendadak ramai. Padahal waktu menunjukan masih jam 14.00 siang, belum saatnya waktu lumrah bermain sepakbola. Ya, dua tim perusahaan sedang bentrok. Tidak tanggung-tanggung, tim PLN Indonesia melawan tim dari luar yakni tim Mitsubishi Jepang.

PLN ternyata punya niat baik dengan uji coba itu. PLN mempersiapkan jangka panjang dan akan memulai pembinaan sepakbola di Indonesia dan akan ikut andil dalam mengembangkan olahraga nomer satu di Indonesia itu.

”Dari uji coba ini kami akan memulai,” kata Kepala Divisi Umum PLN Pusat Danni Irawan kepada wartawan usai pertandingan.
PLN berjanji akan mulai fokus dengan sepakbola namun akan memulai dari pembinaan. “Bagi kami yang lebih penting adalah pembinaan usia muda. Itu yang waktu dekat yang akan kita buat,” tuturnya saat ditemui pada pertandingan persahabatan PLN melawan perusahan otomotif asal Jepang Mitsubishi di Stadion Gelora Utama Bung Karno, Kemarin (2/11).

Danni menambahkan jika nantinya program pembinaan usia muda milik PLN akan berbentuk Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akan segara dirancang dalam waktu dekat.

Untuk melancarkan rencana tersebut, Perusahaan BUMN ini akan menggandeng koleganya Mitsubishi. “Kami akan mengajak Mitshubishi untuk membantu peningkatan sepakbola di Indonesia. Mereka punya pasar yang besar disini harus dimanfaatkan,” tambah pria yang juga Ketua Asprov Sulsel.

Program tersebut tidak jauh berbeda dari Pertamina Soccer School yang telah lebih dahulu digulirkan oleh Perusahan Migas Negara itu. PLN sendiri bukan aktor baru dalam pembangunan olahraga di Tanah Air. Bola voli dan futsal menjadi beberapa cabang olahraga yang kini menjadi fokus pengembangan oleh PLN saat ini. Sebut saja tim Voli Jakarta Electric PLN atau tim futsal Electric PLN merupakan beberapa tim yang kini disponsori oleh PLN.

“Rencana kedepannya tentu kami akan bisa semakin berkembang mengakuisi salah satu klub paling tinggi di Indonesia, tentu hal itu memantik pembinaan dan akan ditampung di tim profesional, namun ini jangka panjang,” ujar tokoh sepak bola Indonesia itu. Dalam pertandingan persahabatan tersebut PLN yang diperkuat beberapa mantan pemain Timnas macam Yusuf Bachtiar dan Kamarudin Betay harus takluk dari Mitsubishi dengan skor 5-0.

Sementara itu, menanggapi perkembangan sepak bola Indonesia, kasus “Sepakbola Gajah” yang dilakukan PSS Sleman dan PSIS Semarang memantik reaksi Asosiasi Provinsi Sulawesi Selatan. Ketua Umum Asprov Sulsel, Danni Irawan meminta PSSI menjatuhkan hukuman berat pada para pelakunya. Sebagaimana diketahui, Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi diskualifikasi pada PSIS dan PSS. Namun, Danni menilai hukuman itu belum memberikan efek jera bagi para oknum sepakbola gajah. “Hukumannya seharusnya seumur hidup. Biar kapok melakukan hal seperti itu lagi.  Jangan seperti itu kalau main bola,” terang Danni.

Bagi Danni, “sepakbola gajah” itu sudah mencoreng tatanan di Liga Indonesia. Jika hal itu dibiarkan, oknum lain bisa saja melakukan hal serupa pada pertandingan lainnya di masa mendatang. “Klub harus didegradasi, pelakunya dihukum seumur hidup. PSSI juga harus tegas. Jangan sampai hukumannya berubah-ubah. Ini kan kejadian yang tidak punya jiwa nasionalisme lagi. Malu-maluin,” tegas Danni.

(BAS)

SebarkanShare on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Komentar Anda

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *