MEDIASEPAKBOLA.co

Masihkah Terjadi di 8 Besar? (I)

wasit-bogem

Penalti Ajaib di Menit ke-90 hingga Suporter Ubah Skor Laga…

Ketika kita berbicara tentang Liga Indonesia, tentu banyak cerita yang akan terucap. Bukan hanya cerita dramatis soal sepakbola ataupun cerita rivalitas bahkan cerita militansi tentang sebuah tim, namun juga cerita-cerita tentang faktor non-teknis yang selama ini ada di sepakbola kita. Faktor non-teknis itu beragam, mulai dari pengaturan skor, tuan rumah yang selalu menang, mafia dan bandar judi, dan lain-lain.

Kisah-kisah janggal tentang ISL pun semakin menemui titik terang menjelang akhir musim. Ibarat sinetron, akhir-akhir ini adalah hampir klimaks. Tokoh utama sudah hampir tahu apa yang akan terjadi di ending cerita, dan tokoh antagonis pun sudah kelabakan karena busuknya ketahuan. Satu demi satu tabir sudah mulai terungkap.

Babak 8 besar ISL yang akan dimulai beberapa saat lagi tentu menyisakan sebuah pertanyaan, apakah nantinya 8 besar ini bakal menjunjung tinggi fair play mengingat pada fase penyisihan grup sebelumnya amat banyak terjadi kejanggalan seperti hari-hari terakhir dalam ISL dimana banyak sekali kejanggalan seperti yang dimuat oleh @panditfootball. Akankah terjadi lagi?

Penalti Ajaib

Sudah barang tentu dan menjadi rahasia umum bahwa ISL adalah surga penalti, terutama bagi tim tuan rumah. Dari data yang ada, selama ISL dimulai hingga akhir fase penyisihan (tolong dibetulkan jika saya salah), ada 66 penalti yang terjadi dan yang berhasil dieksekusi menjadi gol ada 53 gol yang terbagi atas 29 penalti di wilayah barat dan 24 penalti di wilayah timur. Ini berarti secara hitung-hitungan kasar awal, jika ada 66 penalti yang terjadi dan jumlah tim ISL adalah 22 tim, berarti dapat dipastikan bahwa pada 2 pertandingan pasti salah satu diantaranya mengandung penalti.

Menit persebarannya pun beragam. Pada babak pertama, ada 34 kali penalti yang tercatat dan 27 diantaranya sukses berbuah gol. Namun yang jadi sorotan adalah seringnya penalti itu terjadi di menit ke-30 dan ke-45. Di menit antara 15-30 ada 14 penalti dan 10 di antaranya sukses, sedangkan di menit 45/injury time babak pertama, ada 13 kali penalti dan 11 diantaranya gol.

Di babak kedua lebih gila lagi, 32 penalti dan 26 berbuah gol. Menit paling rawan penalti adalah menit antara 80-90 dengan 14 kali penalti, 10 diantaranya sukses mengoyak jala lawan.

Selain itu, tim kandang juga adalah tim yang paling sering mendapat penalti, terutama jika tim kandang dalam posisi seri atau kalah. Persijap adalah tim yang paling sering mendapatkan hukuman penalti (9 kali penalti), sedangkan tim yang tak pernah tersentuh penalti adalah ‘Persebaya’ ISL (0 kali). Ini berarti, setiap kontestan di ISL (22 tim) telah dapat hadiah penalti, setidaknya satu kali. Jumlah rekor yang fantastis. Kejanggalan kah? Entahlah, mungkin logika wasit di lapangan berkata lain.

Tak Menyentuh, tapi Pelanggaran

Di fase penyisihan lalu, banyak sekali pelanggaran-pelanggaran misterius yang berujung pada cedera, kartu kuning, atau bahkan kartu merah pada pemain tertentu. Masih ada hubungan dengan penalti ajaib, pelanggaran-pelanggaran misterius ini sering sekali terjadi pada kotak penalti, yang diawali dengan diving, dan berhadiah tendangan penalti. Perlu diingat juga bahwa pelanggaran misterius tak harus berbuah penalti. Tim-tim seperti Persepam Madura United, Persiba Bantul, dan Persijap Jepara adalah tim yang sering mendapatkan pelanggaran misterius.

Pada pertandingan Persepam berhadapan melawan ‘Persebaya’ ISL misalnya, pelanggaran misterius yang dilakukan oleh pemain Persepam berbuah penalti untuk ‘Persebaya’ yang akhirnya mampu dieksekusi oleh Greg dan gol. Pada pertandingan yang lain tentu sangat banyak insiden semacam ini, apalagi pertandingan yang tidak disiarkan live bahkan oleh K-Vision sekalipun. Entah mungkin juga wasit masih memiliki penilaian tersendiri.

Intervensi Pihak Luar Ubah Skor Laga

Kita bisa saja skip dua hal di atas, dengan asumsi wasit juga manusia ataupun wasit punya hak untuk menilai karena dia yang berada di dalam lapangan. Tapi ketika wasit harus diganti karena intervensi pihak luar, dalam kata lain dapat berarti suporter, aparat, manajer tim, bahkan bupati, ini menjadi satu hal yang unik. Beberapa kali pertandingan ISL terhenti karena hal konyol, misalnya seperti suporter yang masuk lapangan ketika timnya mengalami kekalahan. Dan hal yang terjadi selanjutnya bisa ditebak: Pertama, wasit diganti oleh wasit cadangan. Kedua, tim yang kalah (terlebih tuan rumah) akan dapat gol di sisa waktu yang ada. Bisa gol kemenangan, ataupun penyama kedudukan dan biasanya terjadi di menit-menit krusial, seperti menit ke 80 keatas dimana lawan akan sulit membalas gol yang terjadi.

Proses golnya pun beragam. ada yang gol melalui bola mati. Ada juga melalui set piece yang bahkan tak keluar ketika sebelum adanya intervensi pihak luar pada laga tersebut. Contoh saja kita asumsikan tim A melawan tim B pada sebuah laga dimana tim A adalah tuan rumah. Ketika menit ke-72, tim A menghadapi kekalahan 1-2 sedangkan saat itu tim A harus menang untuk menghindari degradasi. Karena tak puas dengan wasit, akhirnya pemain memancing keadaan menjadi panas. Manajer tim yang juga bupati kota A ikutnimbrung. Situasi memanas dan suporter ikut masuk lapangan dan mengejar wasit sehingga pertandingan dihentikan.

Ketika pertandingan dilanjutkan dengan wasit cadangan (kita asumsikan pula wasit diganti oleh pengawas pertandingan), maka hasil akhirnya dapat ditebak, bisa seri atau tim A yang menang. Dan jika hingga menit ke-89 tim A tak juga bisa menyarangkan gol dengan kondisi mental tim B yang rusak, maka di injury time tim A dapat menyamakan kedudukan atau bahkan menang jika kondisinya memungkinkan. Tetapi, entahlah. Di sini bukan hanya faktor mental yang berbicara.  (Vec)

Bersambung..

SebarkanShare on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Komentar Anda

comments

One Comment

  1. Gekke

    September 25, 2014 at 8:01 AM

    LIGA KONSPIRASI tepatnya Gan…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *