MEDIASEPAKBOLA.co
Don't miss

Memahami “super compensation” Bagi Pelatih

U.14 Latihan

Membuat program dan menjalankan program latihan bagi pelatih merupakan pekerjaan penuh komitmen bersama, terutama para pemain bola sebagai subyek pelaksana.

Kali ini kita bahas “super compensation”. Sebuah metode latihan dilaksanakan secara masif/berat dengan daya awal stressor/tekanan yang tinggi sehingga muncul rasa lelah yang amat sangat ditandai respon tubuh berupa stres mental maupun stres fisik,  sehingga muncul harapan akan adanya timbal balik berupa peningkatan performa.

Rata rata latihan super compensation diletakkan pada awal program latihan jangka pendek (3 bulan) dan setelah terjadinya libur panjang didalam program latihan jangka panjang (1 tahun: contoh libur ramadhan).

Pelatih wajib tahu kondisi fisik pemain berada pada tahapan mana, apakah ada pada pra kompetisi (liburan), kompetisi atau pasca kompetisi, sehingga memahami kapan waktu yang tepat latihan diberikan.

Pertama, sebelum kita tahu prinsip latihan dalam memberikan stessor, yang kita lakukan adalah memahami pengelompokan dan memilah komponen latihan. mengelompokkan komponen physical fitnes yang dibagi menjadi dua:

  1. health related component dengan cabangnya, Aerobic capacity/cardio respiration (vo2max), muscle (endurance and strenght), flexibility dan body composition
  2. skill component yang dibagi menjadi, agility, balance, coordination, explosive power, reactivity dan speed

Setelah kita tahu komponen dan pengelompokan latihan lalu apa saja yang dapat digunakan untuk bahan latihan super compensation?

Aerobic capacity/cardio respiration(vo2max) dan muscle (endurance and strenght), dua komponen inilah yang menjadi komponen dasar melakukan latihan super compensation sedangkan sisanya adalah komponen pendukung atau bisa dipahami sebagai bentuk variasi latihan dan rupa rupa effek perubahan hasil dari latihan inti dari dua komponen dasar tersebut, contoh bila kita melakukan latihan weight training yang dikelompokkan dalam muscle (endurance, strenght) dan power (exsplosive power).

Dengan effek yang ditimbulkan adalah perubahan body composition dan kemampuan lebar atau sempit arteri cardio.

Latihan supercompensation

Fase pertama pemain diperkenalkan dengan latihan dengan prinsip intensitas rendah dengan kuantitas latihan tinggi dengan tujuan menghindari menumpuknya asam laktat yang bersifat merugikan bila salah dalam memadukan intensitas dan kuantitas latihan, contoh latihan cross country selama dua jam dilaksanakan 3x seminggu.

Dengan acuan stresor cara paling konvensional 70-80 dari DNM (denyut nadi maksimal) dengan diberikan latihan selang seling berupa latihan flexibility, balance atau explosive power sedangkan komponen reactivity, agility, coordination dan speed lebih baik ditiadakan dan diletakkan di pertengahan atau akhir program latihan macrocycle.

bersambung….
Arif Iskandaryanto

(Pelatih SSB)

SebarkanShare on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Komentar Anda

comments