MEDIASEPAKBOLA.co

Joko Widodo : Peduli pada Suporter, Pemain, dan Pelatih

sigit nugroho jokowi 1 juli 2014

Hajat besar berupa Pilpres 2014 pada 9 Juli, makin memanaskan suhu politik di Indonesia pekan ini. Baik kubu Capres No. 1 Prabowo Subianto dan Capres No. 2 Joko Widodo (Jokowi) sama-sama pernah melempar pandangan dan harapan terhadap sepakbola Indonesia.

MediaSepakbola.Co berupaya meminta pernyataan langsung dari kedua capres dimaksud.

Di tengah jadwal kampanye yang padat, hal itu jelas tidak mudah. Namun, Selasa siang (1/7),  Pemimpin Redaksi MediaSepakbola.Co, Sigit Nugroho, berhasil menemui Jokowi di tengah belasan media lokal maupun asing, yang menanti Jokowi sejak pukul 07.00 pagi di Jl. Subang, Jakarta Pusat.

Berikut petikan pernyataan capres asal Solo tersebut.

MS: Sebagaimana Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang dan kota besar lainnya, Solo juga jadi markas supporter besar. Bagaimana pandangan Bapak terhadap supporter kreatif, tapi sering dicap negatif, terutama saat terjadi insiden tawuran atau kerusuhan?

Jokowi: Ya, di Solo ada Pasoepati. Kita harus memperlakukan supporter dengan cara lebih manusiawi. Artinya, tidak hanya memuji saat berlaku baik dan kreatif, tapi juga membimbing mereka agar mendukung tim kesayangannya dengan benar. Bukan hanya mencela saat mereka berbuat onar. Kita mengarahkan mereka agar mendukung, tapi tidak dengan fanatisme sempit.

MS : Sejauh mana kepedulian Bapak terhadap pelaku para stakeholder sepakbola Indonesia, terutama pemain, pelatih dan semua unsur yang terlibat dalam bisnis sepakbola?

Jokowi: Jika dipercaya memimpin negeri kita tercinta, saya akan meminta PSSI memastikan pelaku bisnis sepakbola seperti pemain maupun pelatih dan lain-lain, agar mendapat perlindungan terkait hak dan tanggung jawab mereka.

Jangan ada lagi berita pemain atau pelatih tidak bayar, sakit tidak diurus, bahkan pernah sampai meninggal. Ada juga pemain asing yang sampai jual minuman jus, bahkan ngamen segala. Hal-hal seperti ini ndak boleh terjadi. Perlu revolusi mental di jalur sepakbola.

MS : Seandainya terpilih jadi presiden, apa pesan Bapak terhadap otoritas sepakbola Indonesia, khusus terhadap prestasi di kancah internasional?

Jokowi: Semua orang ingin tim nasional Indonesia punya prestasi di pentas internasional. Tapi saya tidak ingin berbicara muluk-muluk dulu, misalnya segera ikut Piala Dunia, apalagi minta jadi juara.

Memang, target prestasi itu harus dikejar, namun untuk mencapainya, kita harus menata yang di dalam dulu. Misalnya, fokus pada pembinaan sepakbola usia dini. Jadi mulai dari grassroot, lalu kelak berbicara prestasi. Ndak ujug-ujug juara.

MS : Terima kasih atas waktunya.

Jokowi: Ya, sama-sama.
(sn)

jokowi dan pers 1 juli 2014

SebarkanShare on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Komentar Anda

comments